Lewati ke konten utama
Tangerang Memuat jadwal sholat…
Kajian

Keutamaan dan Anjuran Bersiwak: Menjaga Kebersihan, Menggapai Ridha Ilahi

September 13, 2026 · MUI PINANG

Bersiwak adalah tradisi menyikat atau membersihkan gigi dan mulut menggunakan batang atau ranting pohon kayu (umumnya pohon Salvadora persica atau kayu Arak). Amal ibadah yang tampak sederhana ini memegang kedudukan sangat penting dalam ajaran Islam.

Sebab Disyariatkannya Siwak

Disyariatkannya bersiwak berakar pada ajaran Islam yang sangat mengedepankan kesucian dan kebersihan (thaharah). Ada dua dimensi utama yang menjadi latar belakang syariat ini:

  1. Memelihara Kebersihan dan Kesehatan (Dimensi Fisiologis)

Mulut merupakan sarana komunikasi, tempat masuknya makanan, serta jalan untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan berzikir. Seiring waktu, sisa makanan dan endapan saliva dapat memicu bau tak sedap serta penyakit gigi. Siwak disyariatkan untuk menjaga kesegaran dan kebersihan rongga mulut secara berkelanjutan.

  1. Bentuk Penghormatan dalam Ibadah (Dimensi Spritual)

Saat seorang hamba menghadap Allah SWT dalam shalat, berzikir, atau membaca Al-Qur’an, ia dianjurkan berada dalam kondisi terbaik. Bersiwak disyariatkan agar hamba tersebut hadir membawa aroma yang segar dan keadaan yang suci.

Keutamaan Bersiwak

Rasulullah SAW menaruh perhatian luar biasa terhadap amalan ini melalui berbagai sabdanya:

Mendapatkan Keridhaan Allah SWT

Dalam hadits riwayat An-Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah, Rasulullah SAW bersabda:

“Siwak itu membersihkan mulut dan mendatangkan keridhaan Rabb (Allah).”

Sunnah yang Sangat Ditekankan (Sunnah Muakkadah)

Saking pentingnya siwak, Rasulullah SAW hampir saja mewajibkannya jika tidak khawatir akan memberatkan umatnya:

“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat (atau berwudhu).” (HR. Bukhari & Muslim)

Melipatgandakan Pahala Ibadah

Para ulama menjelaskan bahwa amalan ketaatan seperti shalat, berwudhu, atau membaca Al-Qur’an yang diawali dengan bersiwak memiliki nilai keutamaan dan pahala yang jauh lebih tinggi dibanding tanpa bersiwak.

Manfaat Medis bagi Kesehatan Mulut

Penelitian modern membuktikan bahwa serat batang kayu arak mengandung senyawa alami seperti fluorida, antibakteri, silika, dan vitamin C. Kandungan ini efektif mencegah plak, mematikan kuman penyebab bau mulut, merawat gusi, serta mencegah gigi berlubang.

Waktu-Waktu Utama Bersiwak

Meskipun bersiwak dianjurkan kapan saja, ada beberapa kondisi khusus yang sangat disunnahkan:

  1. Hendak mengambil wudhu atau mendirikan shalat.
  2. Ketika bangun tidur di malam hari.
  3. Saat memasuki rumah.
  4. Ketika aroma mulut mulai berubah (misalnya setelah lama diam atau makan makanan berbau).
  5. Sebelum membaca Al-Qur’an atau menghadiri majelis ilmu.

Bersiwak adalah simbol keserasian antara tuntunan syariat dan kesehatan fisik. Dengan membiasakannya, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan mulut yang bersih dan sehat, tetapi juga meraih pahala sunnah serta keridhaan Allah SWT.