Lewati ke konten utama
Tangerang Memuat jadwal sholat…

Sejarah MUI Pinang

Mengenal MUI Kecamatan Pinang: Sejarah, Kepemimpinan, dan Visi Mewujudkan Wilayah Berkah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pinang merupakan wadah berkumpulnya para ulama, tokoh agama, dan cendekiawan muslim di wilayah Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Sejak awal pembentukannya, organisasi ini konsisten mengabdi untuk membimbing serta mengayomi kehidupan keagamaan masyarakat setempat.

Sejarah Singkat dan Rekam Kepemimpinan

MUI Kecamatan Pinang pertama kali dikukuhkan secara resmi pada tahun 2001. Perjalanan kepemimpinannya ditandai oleh dedikasi para ulama terkemuka yang memimpin dari periode ke periode:

  • KH. Ma’mun Syafi’i (2001–2016)

Sebagai Ketua Umum pertama, beliau memegang tampuk kepemimpinan selama tiga periode berturut-turut dan meletakkan fondasi awal organisasi yang kokoh.

  • KH. Buchori Alaroby (2016–2026)

Melanjutkan estafet kepemimpinan selama dua periode, beliau memperkuat jangkauan peran ulama dalam kehidupan bermasyarakat.

  • KH. Ahmad Sonhaji, S.Ag., M.M. (2026–2031)

Saat ini, kepemimpinan MUI Kecamatan Pinang dilanjutkan oleh KH. Ahmad Sonhaji untuk masa bakti hingga tahun 2031.

Keanggotaan dan Kedudukan Sekretariat

Pengurus MUI Kecamatan Pinang terdiri dari gabungan berbagai elemen lintas bidang, mulai dari para ulama, kyai, ustadz, cendekiawan, profesional, hingga tokoh-tokoh agama lokal di wilayah Pinang. Keberagaman latar belakang pengurus ini menjadi kekuatan tersendiri dalam merespons dinamika sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Untuk menunjang seluruh aktivitas operasional dan layanannya, sekretariat MUI Kecamatan Pinang berkedudukan di:

Jl. Gempol Raya RT 04/RW 03, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten.

Visi Besar: Wujudkan Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur

MUI Kecamatan Pinang bergerak dengan visi besar untuk mewujudkan tatanan kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang diberkahi. Cita-cita utama yang diusung adalah menghadirkan wilayah Kecamatan Pinang yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur—sebuah lingkungan yang tidak hanya adil dan makmur secara materi, tetapi juga senantiasa memperoleh rida dan ampunan dari Allah SWT.