Santunan Anak Yatim dan Dhuafa di Bulan Muharram

TANGERANG — Memperingati momentum mulia Hari Asyura pada 10 Muharram 1448 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pinang menggelar kegiatan sosial berupa Santunan Anak Yatim dan Dhuafa. Acara yang penuh dengan suasana kehangatan dan kebersamaan ini dipusatkan di Gedung MUI Pinang.
Kegiatan bernilai keumatan ini terlaksana atas kolaborasi erat antara MUI Kecamatan Pinang, para donatur (muhsinin), serta dukungan penuh dari beberapa majelis taklim se-Kecamatan Pinang. Sinergi ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam mengamalkan keutamaan bulan Muharram.
Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Kecamatan Pinang, KH. Ahmad Sonhaji, menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat kepedulian sosial dalam Islam. Beliau menekankan bahwa perhatian kepada sesama, khususnya para anak yatim dan kaum dhuafa, merupakan kewajiban moral sekaligus bentuk kepatuhan atas perintah agama.
“Bulan Muharram, khususnya Hari Asyura, adalah momen istimewa untuk kita memperluas kasih sayang. Menyantuni dan membahagiakan anak-anak yatim serta saudara-saudara kita yang dhuafa bukan sekadar tradisi, melainkan wujud kepedulian nyata yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW. Kehadiran kita hari ini adalah untuk memastikan mereka merasakah kehangatan dan kebahagiaan yang sama,” tutur KH. Ahmad Sonhaji.
Suasana haru dan penuh keberkahan terasa tatkala santunan dan paket bantuan diserahkan secara langsung kepada para penerima manfaat. Senyum gembira memancar dari wajah anak-anak yatim dan warga dhuafa yang hadir memenuhi Gedung MUI Pinang.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penuh khidmat. Ketua Umum MUI Pinang, KH. Ahmad Sonhaji, memimpin doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, dan kemaslahatan seluruh warga Kecamatan Pinang, para muhsinin, serta umat Islam secara keseluruhan.
Melalui kegiatan ini, MUI Kecamatan Pinang berharap semangat berbagi dan kepedulian antarsesama dapat terus terjaga serta menjadi budaya yang mengakar kuat di tengah kehidupan masyarakat.
