Lewati ke konten utama
Tangerang Memuat jadwal sholat…
Kajian

Menjaga Kebersihan dan Meraih Ridha Ilahi: Keutamaan dan Kesunnahan Bersiwak

August 3, 2026 · MUI PINANG

Di tengah maraknya tren perawatan diri (self-care) modern, Islam telah mengajarkan konsep kebersihan diri yang komprehensif sejak 14 abad yang lalu. Salah satu kebiasaan sederhana namun berdampak besar yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah bersiwak—tradisi membersihkan gigi dan mulut menggunakan batang atau ranting dari pohon Arak (Salvadora persica).

Bersiwak bukan sekadar ritual pembersihan fisik, melainkan sebuah amalan sunnah bernilai ibadah tinggi yang menyatukan manfaat medis dan keutamaan spiritual.

Mengapa Bersiwak Sangat Dianjurkan?

Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya bersiwak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sebuah hadits shahih yang sangat populer, beliau bersabda:

“Mewakili rasa cintanya pada kebersihan, Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali akan shalat.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Hadits ini menunjukkan betapa berharganya amalan bersiwak di mata Nabi Muhammad SAW. Bahkan, dalam riwayat lain beliau menegaskan dua manfaat utama bersiwak:

$$\text{Siwak} \longrightarrow \text{Pembersih Mulut} + \text{Sebab Ridha Allah}$$

artinya, bersiwak memberikan keuntungan ganda: kebersihan di dunia dan keberkahan di akhirat.

Momen-Momen Utama yang Disunnahkan untuk Bersiwak

Meskipun bersiwak baik dilakukan kapan saja, ada beberapa waktu spesifik di mana kesunnahan bersiwak menjadi sangat dianjurkan (sunnah muakkad):

  1. Ketika Berwudhu dan Hendak Shalat: Bersiwak sebelum wudhu atau sebelum Takbiratul Ihram menyempurnakan kesucian kita saat hendak menghadap Allah SWT.

  2. Saat Bangun Tidur: Setelah malam hari mulut beristirahat dan memicu bau tidak sedap, bersiwak menyegarkan kembali rongga mulut.

  3. Ketika Bau Mulut Berubah: Baik karena lapar, setelah makan makanan berbau tajam, atau karena diam dalam waktu yang lama.

  4. Saat Hendak Membaca Al-Qur’an: Membaca kalam Ilahi disunnahkan dalam keadaan mulut yang bersih dan harum.

  5. Saat Memasuki Rumah: Rasulullah SAW membiasakan diri bersiwak setiap kali melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah untuk menyambut keluarga dalam kondisi terbaik.

Pandangan Medis Modern terhadap Kayu Siwak

Keajaiban sunnah bersiwak makin terbukti secara ilmiah. Penelitian medis modern menunjukkan bahwa kayu siwak (Salvadora persica) mengandung bahan-bahan alami yang sangat kaya, seperti:

  • Fluorida alami: Menguatkan email gigi dan mencegah gigi berlubang.

  • Antiseptik & Anti-bakteri: Membunuh kuman penyebab plak dan bau mulut.

  • Vitamin C & Tanin: Membantu menyembuhkan peradangan gusi dan mencegah pendarahan.

  • Minyak Esensial Alami: Memberikan aroma segar dan merangsang produksi air liur (saliva) untuk menjaga kelembapan mulut.

Menerapkan Sunnah Bersiwak di Era Modern

Bagaimana jika kita sulit menemukan kayu siwak asli? Para ulama berpendapat bahwa tujuan utama dari bersiwak adalah membersihkan mulut. Oleh karena itu, menggunakan sikat gigi dan pasta gigi modern tetap mendapatkan kesunnahan pembersihan mulut.

Namun, menggunakan kayu siwak asli memiliki nilai tambah tersendiri karena mengikuti cara (kaifiat) yang dilakukan langsung oleh Rasulullah SAW. Saat ini, batang siwak praktis sudah banyak dijual dan mudah dibawa ke mana saja.

Kesimpulan

Bersiwak adalah bukti nyata bahwa Islam memperhatikan hal-hal detail dalam menjaga kesehatan diri. Amalan yang tampak sederhana ini merupakan kombinasi sempurna antara pola hidup sehat dan ketaatan spiritual. Dengan menghidupkan kembali sunnah bersiwak, kita tidak hanya mendapatkan mulut yang sehat dan napas yang segar, tetapi juga meraih ridha dari Allah SWT serta bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW.